Dasar hitungan: gaji harian
Yang bisa berbeda antarperusahaan adalah pembagi. Di Sekantor, HRD memilih salah satu dari tiga pilihan di menu Pengaturan.
Tiga pilihan pembagi
| Pilihan | Pembagi | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Standar (bawaan) | 25 jika 6 hari kerja per minggu, 21 jika 5 hari kerja per minggu | Perusahaan yang mengikuti angka umum yang dirujuk dari PP 36/2021. |
| Hari kerja sebenarnya | Hari dalam bulan itu, dikurangi hari libur mingguan dan tanggal merah | Perusahaan yang ingin gaji harian mengikuti kalender bulan berjalan. |
| Angka tetap | Angka yang Anda tentukan, misalnya 26 atau 30 | Perusahaan dengan aturan sendiri di perjanjian kerja. |
Angka 25 dan 21 pada pilihan standar adalah praktik yang umum dirujuk. Sebelum menjadikannya aturan perusahaan, konfirmasikan dengan konsultan pajak atau HR Anda.
Hari kerja per minggu
Pengaturan ini menentukan hari libur mingguan. Pada 6 hari kerja, Minggu libur. Pada 5 hari kerja, Sabtu dan Minggu libur. Tanggal merah diisi di menu Hari Libur dan tidak dihitung sebagai hari kerja.
Potongan hari tidak masuk
Sekantor memeriksa setiap hari kerja dari awal bulan sampai tanggal payroll diproses. Hari yang belum terjadi tidak dihitung. Satu hari dianggap hadir bila:
- ada absensi yang disetujui atau masih menunggu peninjauan, atau
- karyawan sedang cuti yang disetujui dan berbayar.
Satu hari tidak dianggap hadir bila absensinya ditolak, bila cutinya tanpa gaji, atau bila pengajuan cutinya belum disetujui. Hari libur mingguan dan tanggal merah tidak pernah dihitung sebagai hari tidak masuk.
| Gaji pokok | Rp3.000.000 |
| Hari kerja per minggu, pembagi standar | 6 hari, pembagi 25 |
| Gaji harian (3.000.000 : 25) | Rp120.000 |
| Hari tidak masuk tanpa keterangan | 2 hari |
| Potongan (120.000 × 2) | Rp240.000 |
| Bulan 31 hari, 4 hari Minggu, 1 tanggal merah | 31 − 4 − 1 = 26 hari kerja |
| Gaji harian (3.000.000 : 26) | sekitar Rp115.385 |
| Potongan untuk 2 hari | sekitar Rp230.769 |
Karyawan masuk atau keluar di tengah bulan
Untuk karyawan yang baru masuk atau keluar di tengah bulan, Sekantor menghitung hari kerja aktif, yaitu hari kerja sejak tanggal masuk (atau sampai tanggal keluar) di bulan itu.
| Gaji pokok | Rp3.000.000 |
| Hari kerja aktif di bulan itu | 15 hari |
| Pembagi standar (6 hari kerja) | 25 |
| Gaji dibayar (3.000.000 × 15 : 25) | Rp1.800.000 |
| Potongan prorata | Rp1.200.000 |
Jika hari kerja aktif sama dengan atau lebih besar dari pembagi, karyawan dibayar penuh. Hari tidak masuk setelah tanggal masuk tetap dipotong terpisah dengan rumus di atas.
Hal yang perlu HRD periksa
- Pilihan pembagi dan hari kerja per minggu sudah sesuai perjanjian kerja.
- Tanggal merah tahun berjalan sudah diisi di menu Hari Libur.
- Absensi yang masih menunggu sudah ditinjau sebelum payroll diproses.
- Pengajuan cuti sudah diputuskan, karena cuti yang belum disetujui tidak dihitung hadir.
Berikutnya: cara hitung upah lembur.